Sabtu, 29 Februari 2020

Resensi buku" Desain JIwa"









RESENSI BUKU
Desain Jiwa
Domi k dheo,SVD Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputido,2015.
Halaman: XXXV+366
ISBN 978-602-02-6550-6
Ditinjau oleh: Alfresius Ngese Doja
Postulat Stella Maris Malang
Buku Desain Jiwa ini baik dibaca oleh para medis,param perawat jiwa dan para gembala jiwa. Penulisnya adalah sorang misionaris biarawan SVD juga pendiri salah satu organisasi De Colores .pengantar pertama dari DR.sabina parera gero.Skp.MSc yang mengenal penulis melalui sebuah renungan tantang ibu dalam sebuah ziarah rohani, ada pengalamannya dalam kaitan dengan penulisan buku ‘’desain jiwa’’,manusia melukis dirinya.anak wali nikahnya Lois yang mempunyai banyak kekuatan supranatural jatuh sakit, dalam keadaan sekaratnya, lois meminta untuk mencari pastor yang bernama kadju berasal dari bejawa. Menuru lois bahwa pastor kadju bisa membantunya. Dan ternyata pastor itu adalah penulis buku ini dan dr sabina mengenal dan sangat dekatnya, hingga akhirnya loispun dapat sembuh dan mengaku dosa dengan pastor atas semua yang ia lakukan setelah itu ternyata tuhan punya rencana lain loispun menghembuskan napas terakirnya dalam pertobatanya di rumah sakit.dr sabina juga mau mengatakan bahwa kesehatan jiwa itu penting dan semua tindakan kesehatan jiwa harus mengantar pada keselamatan jiwa sesama,buku desain jiwa bisa membuka paradigma baru dalam telaan ilmiah tentan beta pentingnya kesehatan jiwa dan pengaruh kekuatan jiwa dalam hidup manusia.
            Dalam buku ini dilengkapi dengan term teknis yang membantu pembaca memahami istilah-istilah yang dipakai dalam buku ini,setelah itu  sebelum masuk bab1 dilanjutkan dengan salam manusia de colores yang memaparkan 7 rahasia menuju sukacita hidup dalam kaitan dengan rahasia kesehatan otak yang merupakan hard ware jiwa.antara lain: perasaan syukur,melihat kedepan,berdoa untuk atasi kegelisahan,pikiran yang kaya dengan kebaikan, jadi teman yang memberi semangat, belajar senyum. Kekurangannya disini yaitu bahwa sebelumnya dikatakan  rahasia menuju sukacita hidup ternyata yang di paparkan hanya 6 saja.
            Masuk ke bab1”manusia makluk there in one” yang menjelaskan bahwa manusia itu adalah mini trinitaris: tubuh,jiwa dan roh. St paulus mengungkapkan hal itu dalam surat pertamanya kepada jemaat di tesalonika 5:23. Dengan demikian kita akan mengenal apa dan siapa diri kita yang sangat bermanfaat dalam menghadapi berbagai kenyataan hidup, ada satu ungkapan yang saya rasa baik untuk dipelajari yakni bila semua tantangan dan kesulitan kita pandang sebagai sahabat diri kita sendiri, tentu saja kekuatan kita pasti bertambah.Tubuh merupakan: raga manusia yang di luar.semula tubuh itu mati.setelah ia berkontak dengan roh barulah muncul jiwa. Tanpa roh tubuh itu mati.karena roh menghidupkan tubuh manusia maka manusia menjadi satu jiwa yang hidup seorang manusia(tubuh) dapat hidup jika ia memiliki roh.jiwa merupakan tempat pertemuan roh dengan tubuh yang menjadi pusat kepribadian manusia.jiwa adalah kesadaraan diri seseorang jiwa juga boleh dikatakan adalah majikan diri seseorang sebab tekat seseorang merupakan salah satu bagian dari jiwa.roh adalah daya yang menghidupkan tubuh manusia mempunyai perasaan dan tidak dapat berpikir fungsi dari roh adalah berinteraksi dengan Tuhan karena Tuhan akan berbicara kepada roh manusia.Roh adalah tempat”kesadaran ke-Allahan” jiwa adalah tempat”kesadaran kepribadian”(diri sendiri); Tubuh adalah tempat”kesadaran keduniawian”(dunia materi).dari antara ketiga unsur ini roh merupakan yang paling tertinggi karena roh adalah bagian untuk berkomunikasi dengan Allah.Dalam proses desain jiwa kita harus menyembuhkan jiwa terlebih dahulu kemudian penyembuhan pikiran dan tubuh akan menyusul, setiap manusia memiliki jiwa, setiap sistem, setiap DNA,RNA memiliki jiwa, kekuatan jiwa dapat melakukan apa saja dan dari jarak jauh sekalipun. Jika jiwa kita memiliki posisi yang lebih tinggi dari posisi jiwa manusia yang lainnya, maka kita bisa menggunakannya untuk mengobatinya, oleh karena itu salah satu cara untuk mengangkat posisi jiwa yaitu dengan berbuat kebaikan dan kebajikan tanpa batas dan tanpa pamrih. Kebaikan dan kebajikan ini akan mengangkat posisi jiwa kita.
            Buku ini desain jiwa membuka pandangan baru dalam dimensi kesehatan jiwa. Orang yang mendesain jiwanya berarti melukis, merancang, menggambar bangunan jiwa, dan pengalaman jiwa keluar dari tubuh adalah materi dasar bangunan untuk memahami jiwa yang tidak saja melekat pada tubuh fisik tapi juga keluar dari tubuh fisik dan kembali bersatu dengan tubunya.jiwa mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan, mentransformasi, dan merestorasi hidup yang penuh sukacita. Tali perak yang menghubungkan jiwa dan tubuh fisikharus dijaga dalam doa dan kebaikan.jiwa merupakan pemimpin bagi pikiran dan tubuh ketika jiwa memberikan perintah, pikiran dan tubuh akan mkengikutinya. Itulah kekuatan jiwa.inilah kuasa jiwa atas materi(soul ever matter), dalam buku ini pemahaman-pemahaman yang diberikan dpat dengan mudah dipraktekan oleh para pembaca karena didalamnya telah diberi contoh-contoh praktek atau teknik sederhana bagi para pembaca.pandangan-pandangan dari para ahli dan profesor memperkuat gagasan penulis yang membuat orang lain semakin tertarik untuk membacanya.
            Buku ini baik dibaca untuk semua orang yang mau mendasain jiwanya, menemukan kebahagiaan dari dalam dirinya tanpa memandang agama dan kepercayaan, terutama calon imam yang nantinya akan menjadi gembala jiwa. Sebelum menjadi gembala bagi orang lain maka terutama harus mengembalakan jiwanya sendiri.
            Namun menurut hemat saya buku ini terdapat kekurangan sehingga para pembaca tidak cepat menemukan apa yang mau dicari dari buku ini, pembahasannya sedikit bertele-tele penjelasan tentang desain jiwa yang adalah inti dari buku ini baru dijumpai dalam Bab 3. Pandangan-pandangan dari setiap daerah tentang pengalaman jiwa keluar dari tubuh juga terlalu banyak dimasukan yang sebenarnya itu hanya sebuah pengantar saja belum sampai pada isi pembahasan. kerap kali menjelaskan tentang tubuh, roh dan jiwa di ulang-ulang yang pada intinya sama saja walaupun dari pandangan yang berbeda misalnya dari suatu daerah tertentu, pandangan Aliktab.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar