RESENSI BUKU
Desain Jiwa
Domi k dheo,SVD Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputido,2015.
Halaman: XXXV+366
ISBN 978-602-02-6550-6
Ditinjau oleh:
Alfresius Ngese Doja
Postulat Stella
Maris Malang
Buku Desain Jiwa ini
baik dibaca oleh para medis,param perawat jiwa dan para gembala jiwa.
Penulisnya adalah sorang misionaris biarawan SVD juga pendiri salah satu
organisasi De Colores .pengantar
pertama dari DR.sabina parera gero.Skp.MSc yang mengenal penulis melalui sebuah
renungan tantang ibu dalam sebuah ziarah rohani, ada pengalamannya dalam kaitan
dengan penulisan buku ‘’desain jiwa’’,manusia melukis dirinya.anak wali
nikahnya Lois yang mempunyai banyak kekuatan supranatural jatuh sakit, dalam
keadaan sekaratnya, lois meminta untuk mencari pastor yang bernama kadju
berasal dari bejawa. Menuru lois bahwa pastor kadju bisa membantunya. Dan
ternyata pastor itu adalah penulis buku ini dan dr sabina mengenal dan sangat
dekatnya, hingga akhirnya loispun dapat sembuh dan mengaku dosa dengan pastor atas semua yang ia lakukan setelah itu ternyata tuhan
punya rencana lain loispun menghembuskan napas terakirnya dalam pertobatanya di
rumah sakit.dr sabina juga mau mengatakan bahwa kesehatan jiwa itu penting dan
semua tindakan kesehatan jiwa harus mengantar pada keselamatan jiwa sesama,buku
desain jiwa bisa membuka paradigma baru dalam telaan ilmiah tentan beta
pentingnya kesehatan jiwa dan pengaruh kekuatan jiwa dalam hidup manusia.
Dalam buku ini dilengkapi dengan
term teknis yang membantu pembaca memahami istilah-istilah yang dipakai dalam
buku ini,setelah itu sebelum masuk bab1
dilanjutkan dengan salam manusia de colores yang memaparkan 7 rahasia menuju
sukacita hidup dalam kaitan dengan rahasia kesehatan otak yang merupakan hard
ware jiwa.antara lain: perasaan syukur,melihat kedepan,berdoa untuk atasi
kegelisahan,pikiran yang kaya dengan kebaikan, jadi teman yang memberi
semangat, belajar senyum. Kekurangannya disini yaitu bahwa sebelumnya
dikatakan rahasia menuju sukacita hidup
ternyata yang di paparkan hanya 6 saja.
Masuk ke bab1”manusia makluk there
in one” yang menjelaskan bahwa manusia itu adalah mini trinitaris: tubuh,jiwa
dan roh. St paulus mengungkapkan hal itu dalam surat pertamanya kepada jemaat
di tesalonika 5:23. Dengan demikian kita akan mengenal apa dan siapa diri kita yang
sangat bermanfaat dalam menghadapi berbagai kenyataan hidup, ada satu ungkapan
yang saya rasa baik untuk dipelajari yakni
bila semua tantangan dan kesulitan kita pandang sebagai sahabat diri kita
sendiri, tentu saja kekuatan kita pasti bertambah.Tubuh merupakan: raga
manusia yang di luar.semula tubuh itu mati.setelah ia berkontak dengan roh
barulah muncul jiwa. Tanpa roh tubuh itu mati.karena roh menghidupkan tubuh
manusia maka manusia menjadi satu jiwa yang hidup seorang manusia(tubuh) dapat
hidup jika ia memiliki roh.jiwa merupakan tempat pertemuan roh dengan tubuh
yang menjadi pusat kepribadian manusia.jiwa adalah kesadaraan diri seseorang
jiwa juga boleh dikatakan adalah majikan diri seseorang sebab tekat seseorang
merupakan salah satu bagian dari jiwa.roh adalah daya yang menghidupkan tubuh
manusia mempunyai perasaan dan tidak dapat berpikir fungsi dari roh adalah
berinteraksi dengan Tuhan karena Tuhan akan berbicara kepada roh manusia.Roh
adalah tempat”kesadaran ke-Allahan” jiwa adalah tempat”kesadaran
kepribadian”(diri sendiri); Tubuh adalah tempat”kesadaran keduniawian”(dunia
materi).dari antara ketiga unsur ini roh merupakan yang paling tertinggi karena
roh adalah bagian untuk berkomunikasi dengan Allah.Dalam proses desain jiwa
kita harus menyembuhkan jiwa terlebih dahulu kemudian penyembuhan pikiran dan
tubuh akan menyusul, setiap manusia memiliki jiwa, setiap sistem, setiap
DNA,RNA memiliki jiwa, kekuatan jiwa dapat melakukan apa saja dan dari jarak
jauh sekalipun. Jika jiwa kita memiliki posisi yang lebih tinggi dari posisi
jiwa manusia yang lainnya, maka kita bisa menggunakannya untuk mengobatinya,
oleh karena itu salah satu cara untuk mengangkat posisi jiwa yaitu dengan
berbuat kebaikan dan kebajikan tanpa batas dan tanpa pamrih. Kebaikan dan
kebajikan ini akan mengangkat posisi jiwa kita.
Buku ini desain jiwa membuka
pandangan baru dalam dimensi kesehatan jiwa. Orang yang mendesain jiwanya
berarti melukis, merancang, menggambar bangunan jiwa, dan pengalaman jiwa
keluar dari tubuh adalah materi dasar bangunan untuk memahami jiwa yang tidak
saja melekat pada tubuh fisik tapi juga keluar dari tubuh fisik dan kembali
bersatu dengan tubunya.jiwa mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan, mentransformasi,
dan merestorasi hidup yang penuh sukacita. Tali perak yang menghubungkan jiwa
dan tubuh fisikharus dijaga dalam doa dan kebaikan.jiwa merupakan pemimpin bagi
pikiran dan tubuh ketika jiwa memberikan perintah, pikiran dan tubuh akan
mkengikutinya. Itulah kekuatan jiwa.inilah kuasa jiwa atas materi(soul ever
matter), dalam buku ini pemahaman-pemahaman yang diberikan dpat dengan mudah
dipraktekan oleh para pembaca karena didalamnya telah diberi contoh-contoh
praktek atau teknik sederhana bagi para pembaca.pandangan-pandangan dari para
ahli dan profesor memperkuat gagasan penulis yang membuat orang lain semakin
tertarik untuk membacanya.
Buku ini baik dibaca untuk semua
orang yang mau mendasain jiwanya, menemukan kebahagiaan dari dalam dirinya tanpa
memandang agama dan kepercayaan, terutama calon imam yang nantinya akan menjadi
gembala jiwa. Sebelum menjadi gembala bagi orang lain maka terutama harus
mengembalakan jiwanya sendiri.
Namun menurut hemat saya buku ini
terdapat kekurangan sehingga para pembaca tidak cepat menemukan apa yang mau
dicari dari buku ini, pembahasannya sedikit bertele-tele penjelasan tentang
desain jiwa yang adalah inti dari buku ini baru dijumpai dalam Bab 3.
Pandangan-pandangan dari setiap daerah tentang pengalaman jiwa keluar dari
tubuh juga terlalu banyak dimasukan yang sebenarnya itu hanya sebuah pengantar
saja belum sampai pada isi pembahasan. kerap kali menjelaskan tentang tubuh,
roh dan jiwa di ulang-ulang yang pada intinya sama saja walaupun dari pandangan
yang berbeda misalnya dari suatu daerah tertentu, pandangan Aliktab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar